-->

Postingan Terbaru

Mengingat Fase Labay Masa Lalu

Malam tadi, sambil menunggu rasa kantuk datang, aku membuka laptop dan membaca beberapa t…

Sayang Energi kalau Cuma Dipakai Mengurus Hidup Orang Lain

ss. yt. short Rahmat_Editor Siang itu aku sedang duduk santai menyandarkan punggung di ba…

Kenapa Hidup Terasa Dua Kali Lebih Berat

Sore tadi aku baru sampai di rumah setelah menembus jalanan kota yang padat merayap. Pung…

Bersyukur Boleh, Pamer Jangan: Etika Story di Masa Sulit

Sore kemarin, sepiring steak hot plate yang lumayan besar tersaji di mejaku. Aromanya sed…

Bumi yang Kita Wariskan, Bukan Kita Habiskan

Masih untuk adik-adikku gen-z dan gen alpha. Coba bayangkan dirimu dua puluh tahun dari s…

Jangan Menunggu Dewasa untuk Menjaga Bumi

Tulisan ini untuk adik-adikku, gen-z maupun di bawahnya. Pernahkah kamu ingin melakukan s…

Hujan Bisa Memadamkan Api, tapi Tidak Memperbaiki Cara Kita Memperlakukan Alam

Pagi ini mendung menggantung tipis di luar jendela, 15 Oktober 2026, tanda-tanda mau huja…

“Tetap di Rumah” Tidak Sesederhana Itu bagi Semua Orang

Pagi ini aku memperhatikan grafik pergerakan angin di sebuah portal berita. Warna merah p…

Api Tidak Datang Begitu Saja: Kisah Panjang di Bawah Tanah Gambut

Malam itu, sambil menyeruput kopi less sugar yang mulai dingin, jempolku terus menggeser …

© 2026 ‧ Catatan Perjalanan Singkat. All rights reserved. Made with ♥ by Jago Desain