Jangan Lupakan Sponsor Utamamu Sobat, mari kita bicara jujur tentang apa yang kita lihat di layar kaca ponsel kita setia…
Ketika Kata "Syukur" Menjadi Alat Bungkam Sobat, saya menulis ini karena ada linimasa yang sedang riuh oleh satu topik: Manipulasi …
Sisi Lain dari Sebuah Story Bahagia Sobat, pernahkah kamu melihat teman yang story Instagram atau WhatsApp-nya begitu "b…
Investasi Rasa: Karena yang Instan Cuma Mie, Bukan Hati Sobat, jujur saja, kita ini hidup di era yang serba tidak sabaran. Lapar tinggal klik, ma…
Halah, Semua akan "Pret" pada Waktunya, tapi... Sobat, belakangan ini telinga kita makin akrab dengan kalimat satir: "Semua akan pre…
Surat Terbuka untuk Para Kolektor Seremoni Sobat, izinkan aku menulis ini sebagai sebuah surat terbuka. Sebuah surat untuk Anda, par…
Perjamuan di Kursi Kosong Sobat, pernahkah kamu merasakan ada sebuah "tembok" tak kasat mata yang pelan-p…
Puzzle yang Belum Lengkap Sobat, mari kita bicara tentang sebuah perayaan. Hari itu, aku baru saja berhasil meletak…
Saat Otak Kita Mencoba Mengukur Waktu Tuhan Sobat, tadi dalam sebuah perjalanan, mataku tak sengaja tertuju pada sebuah pemakaman umu…